BAB I
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: KONSEP DAN TANTANGAN
·
Masalah yang dihadapi MSDM saat ini cenderung
pada kemajuan teknologi ang dahsyat, pembatasan oleh berbagai peraturan
pemerintah, penyusutan suplai energi dan sumber daya alam lainnya, pertumbuhan persaingan
nasional dan internasional, tuntutan peningkatan perhatian terhadap kelestarian
lingkungan, dan perkembangan kegiatan kolektif para karyawan. Ini semua
merupakan faktor2 lingkungan.
·
Faktor organisasional, seperti semakin tingginya
tingkat pendidikan karyawan, peningkatan heterogenitas angkatan kerja,
pelonjakan biaya2 personalia, dan penurunan produktivitas telah menempatkan
praktek2 personalia ke puncak tangga perhatian manajemen. \
·
Tantangan utamanya adalah bagaimana mengelola SD
organisasi dengan efektif dan menghapuskan praktek2 yaang tidak efektif.
·
Dalam kondisi seperti itu, manajemen dituntut
pertahankan para karyawan dan manajer berkaliber tinggi yang diperlukan
organisasi agar tetap mampu bersaing.
·
Pengertian
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen menurut Mary Parker Follett
berarti seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Artinya bahwa
para manajer mencapai tujuan2 organisasi melalui pengaturan orang2 lain untuk
melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dg kata lain, tidak
melakukan pekerjaan2 itu sendiri.
·
Menurut Flippo, manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan kegiatan2 pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan SDM agar tercapat berbagai tujuan
individu, organisasi dan masyarakat.
·
Menurut French, manajemen personalia adalah penarikan, seleksi, pengembangan,
penggunaan dan pemeliharaan SDM oleh organisasi.
·
Berdasarkan dua definisi tersebut, MSDM adalah
penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan SDM untuk
mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi
·
Manajer
Personalia adalah semua manajer yang mengendalikan orang-orang lain. Semua
manajer dalam perusahaan harus terlibat dngan kegiatan2 manajemen personalia
agar tercapai tujuan2 individu dan organisasi.
·
Dua
fungsi pokok bidang personalia:
1.
Untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan dan
administrasi berbagai kebijaksanaan yang mempengaruhi orang2 yang membentuk
organisasi, dan
2.
Untuk membantu para manajer mengelola SDM
·
Fungsi
dan Kegiatan Personalia
Hubungan Antara Fungsi-Fungsi Personalia
dan Kegiatan-Kegiatan Personalia
1.
Penarikan
§
Analisis pekerjaan
§
Perencanaan SDM
§
Proses penarikan
·
Saluran penarikan
·
Blangko lamaran
2.
Seleksi
§
Proses seleksi
·
Test seleksi
·
Wawancara
·
Referensi
·
Evaluasi medis
3.
Pengembangan
·
Penilaian prestasi kerja
·
Konseling
·
Disiplin
·
Latihan
·
Pengembangan manajemen
·
Pengembangan organisasi
4.
Pemeliharaan
§
Pemberian kompensasi
·
Evaluasi pekerjaan
·
Pengupahan
·
Program2 insentif
·
Kompensasi pelengkap
o
Tringe benefits
§
Hubungan perburuhan
·
Perundingan kolektif
·
Perjanjian kerja
§
Pelayanan karyawan
·
Rekreasi
·
Pelayanan On The Job
·
Pelayanan Off The Job
§
Keamanan dan keselamatan
5.
Penggunaan
·
Perencanaan karier
·
Perluasan pekerjaan
·
Audit personalia
·
Berbagai pendekatan
dalam Manajemen Personalia
1.
Pendekatan SDM
Manajemen personalia adalah pengelolaan dan pendayagunaan SDM. Martabat
dan kepentingan hidup manusia hendaknya
tidak diabaikan agar kehidupan mereka layak dan sejahtera
2.
Pendekatan manajerial
Manajemen personalia adalah tanggung-jawab setiap manajer. Departemen
personalia hanya menyediakan dan memberikan jasa atau pelayanan bagi
departemen-departemen lain. Oleh karena itu, analisis akhir terhadap prestasi
kerja dan kehidupan kerja setiap karyawan tergantung pada atasan langsungnya.
3.
Pendekatan manajerial
Manajemen personalia adalah suatu subsistem dari sistem yang lebih besar
yaitu organisasi. Jadi, manajemen personalia harus dievaluasi dengan kriteria
besarnya kontribusi yang dibuat untuk organisasi.
4.
Pendekatan proaktif
Manajemen personalia dapat meningkatkan kontribusinya kepada para
karyawan, manajer dan organisasi melalui antisipasinya terhadap masalah2 yang
akan timbul.
·
Organisasi Manajemen Personalia
Suatu departemen personalia yang
tersdendiri diperlukan bila kegiatan personalia menajdi terlalu membebani
departemen2 lain dalam organisasi.
Pengorganisasian fungsi personallia
merupakan proses penyusunan struktur organisasi departemen personalia.
Penyusunan struktur ini hendaknya memperhatikan tujuan dan strategi organisasi,
SDM yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupi.
Departemen
Personalia dalam Suatu Organisasi Kecil
Departemen
Personalia dalam Suatu Organisasi Besar
·
Tantangan manajemen personalia terdiri atas
tantangan lingkungan(eksternal) dan tantangan organisasional(internal)
·
Langkah – langkah yang bisa dilakukan manajemen
personalia dalam menghadapi tantangan lingkungan seperti teknologi, peraturan
emerintah, sosbud, perubahan2 dalam pasar tenaga kerja, kondisi ekonomi,
kondisi geografis, faktor2 demografis dan kegiatan2 pesaing (Tantangan dari
lingkungan eksternal) yaitu:
o
Memonitor lingkungan
Informasi lingkungan perlu senantiasa dikumpulkan untuk mengidentifikasi
variabel2 lingkungan yang kritis bagi organisasi
o
Mengevaluasi dampak perubahan
Perlu mendiagnosa pengaruh2 suatu kejadian pada kegiatan2 personalia di
masa sekarang maupun yang akan datang.
o
Mengambil tindakan2 proaktif
Setelah perubahan2 diidentifikasi dan dampaknya dievaluasi, bagian
personalia mengimplementasikan berbagai teknik dan pendekatan yang membanntu
organisasi mencapai sasaran yang ditetapkan.
o
Mendapatkan dan menganalisa umpan balik
Berbagai hasil kegiatan2 personalia proaktif selanjutnya dievaluasi untuk
mengetahui apakah sasaran2 yang diinginkan tercapai.
·
Tantangan-tantangan
organisasional
o
Karakter organisasi
o
Serikat karyawan
o
Sistem informasi
o
Perbedaan-perbedaan individual karyawan
o
Sistem nilai manajer dan karyawan
·
Berbagai
perkembangan baru dalam manajemen personalia dan SDM
o
Keterbukaan
o
Proaktivitas (pengenalan program2 personalia dan
SDM untuk peningkatan produktivitas dan kualitas tanpa menunggu permintaan
manajemen puncak)
o
Orientasi sistem(artinya diagnosis dan penilaian
berbagai perkembangan dan krisis yang terjadi di luar maupun di dalam organisasi
dan dampaknya terhadap organisasi dan efektivitas pengelolaan SDM)
o
Penilaian efektivitas MSDM
o
Keterlibatan strategik(seperti halnya
keterlibatan operasional dan manajerial)
·
Penilaian
efektivitas MSDM
o
Produktivitas
§
Peningkatan prestasi kerja
§
Penurunan absensi karyawan
§
Penurunan perputaran tenaga kerja
o
Kualitas
Kehidupan Kerja
§
Peningkatan keterlibatan kerja
§
Peningkatan kepuasan kerja
§
Penurunan stress
§
Penurunan jumlah kecelakaan kerja dan jumlah
karyawan yang sakit.
BAB II
DESAIN PEKERJAAN DAN INFORMASI ANALISIS PEKERJAAN
·
Desain pekerjaan adalah fungsi penetapan
kegiatan2 kerja seorang individu atau kelompo karyawan secara organisasional.
Tujuannya adalah untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memenuhi
kebutuhan2 organisasi, teknologi dan keperilakuan.
·
Analisis pekerjaan secara sistematik
mengumpulkan, mengevaluasi dan mengorganisasi informasi tentang pekerjaan2. Ini
biasanya dilakukan oleh para spesialis yang disebut analisis pekerjaan. Jadi,
setelah dep. personalia terlibat dalam proses perancangan pekerjaan, pemahaman
tentang pekerjaan2 dan persyaratan2nya harus dikumpulkan melallui analisis
pekerjaan.
·
Elemen-elemen
desain pekerjaan
o
Elemen organisasional
§
Pendekatan mekanistik
§
Aliran kerja
§
Praktek-praktek kerja
o
Elemen lingkungan
§
Kemampuan dan tersedianya karyawan
§
Berbagai pengharapan sosial
o
Elemen2 keperilakuan
§
Otonomi
§
Variasi
§
Identitas tugas
§
Umpan balik
·
Kegunaan
Informasi Analisis Pekerjaan
1.
Untuk menetapkan basis rasional bagi struktur
kompensasi
2.
Untuk mengevaluasi bagaimana tantangan-tantangan
lingkungan mempengaruhi pekerjaan2 individual
3.
Untuk menghapuskan persyaratan2 kerja yang dapat
menyebabkan diskriminasi dalam pengadaan personalia
4.
Untuk merencanakan kebutuhan2 SDM di waktu yang
akan datang dan sebagai basis perencanaannya
5.
Untuk memadukan lamaran2 dan lowongan2 pekerjaan
6.
Untuk memforecast dan menentukan kebutuhan2
latihan bagi para karyawan baru dan lama
7.
Untuk mengembangkan rencana2 pengembangan
karyawan potensial
8.
Untuk menetapkan standar2 prestasi kerja yang
realistik
9.
Untuk menempatkan para karyawan pada pekerjaan2
yang s esuai dengan keterampilan mereka secara efektif.
10.
Untuk membantu revisi struktur organisasi
11.
Utnuk memperkenalkan para karyawan baru dengan
pekerjaan2 mereka
12.
Untuk memperbaiki aliran kerja
13.
Untuk memberikan data sebagai ungsi salluran2
komunikasi
14.
Untuk menetapkan garis promosi dalam semua
departemen dan organisasi
·
Pengumpulan
Informasi Analisis Pekerjaan
1.
Persiapan Analisis Pekerjaan, terdiri atas dua
kegiatan pokok yaitu:
§
Identifiasi pekerjaan
§
Penyusunan daftar pertanyaan
2.
Pengumpulan data, dapat dilakukan dengan:
§
Observasi
§
Wawancara
§
Daftar pertanyaan (kuesioner)
§
Logs(terdiri atas catatan yang disimpan karyawan
pelaksana tuas2_
§
Kombinasi teknik2 tersebut
3.
Penyempurnaan data
·
Tahap2
Analisis Pekerjaan
1.
Pengenalan organisasi dan tipe-tipe pekerjaan
secara umum
2.
Identifiasi pekerjaa
3.
Penyusunan daftar pertanyaan
4.
Pengumpulan data dan penyempurnaan data
5.
Aplikasi:
§
Deskripsi pekerjaan
Adalah suatu pernyataan tertulis yang menguraikan fungsi, tugas2,
tanggung jawab, wewenang, kondisi kerja dan aspek2 pekerjaan tertentu lainnya.
§
Spesifikasi pekerjaan
Menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan itu dan faktor2 manusia yang
diisyaratkan. Menyangkut pendidikan, latihan, pengalaman dan persyaratan fisik
serta mental.
Karena baik deskripsi maupun spesifikasi pekerjaan memusatkan uraian pada
pekerjaan, keduanya sering dijadikan satu dokume. Kombinasi ini secara
sederhana disebut deskripsi pekerjaan.
§
Standar2 prestasi kerja (Job performance
standard), bermanfaat untuk:
·
Sebagai sasaran2 atau target bagi pelaksanaan
kerja karyawan
·
Kriteria dengan mana keberhasilan kerja dinilai
atau diukur.
Tanpa standar, tidaka da sistem
pengawasan yang dapat mengevaluasi pelaksanaan kerja.
6.
Sistem informasi sumber daya manusia
BAB III
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
·
Perencanaan SDM merupakan serangkaian kegiatan
yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan2 bisnis dan lingkungan pada
organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi2 tersebut.
·
Pandangan tersebut mengandung arti bahwa ada
empat kegiatan yang saling berhubungan, yang membentuk sistem perencanaan SDM
yang terpadu (integrated) yaitu:
1.
Persediaan SDM sekarang
2.
Peramalan suplai dan permintaan SDM
3.
Rencana2 untuk memperbesar julah individu2 yang
qualified
4.
Berbagai prosedur pengawasan dan evaluasi untuk
memberikan umpan balik pada sistem.
·
Secara lebih sempit, perencanaan SDM berarti
mengestimasi secara seistematik permintaan (kebutuhan) dan suplai tenaga kerja
organisasi di waktu yang akan datang. Ini memungkinkan MSDM menyediakan SDM
secara lebih tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Idealnya, organisasi
harus mengidentifikasikan baik kebutuhan2 personalia jangka pendek maupun
panjang melalui perencanaan.
·
Perencanaan SDM memungkinkan organisasi untuk:
1.
Memperbaiki penggunaan SDM
2.
Memadukan kegiatan2 personalia dan tujuan2
organisasi di waktu yang akan datang secara efisien
3.
Melakukan pengadaan karyawan2 baru secara
ekonomis
4.
Mengembangkan informasi dasar manajemen
personalia untuk membantu kegiatan2 personalia dan unit2 organisasi lainnya
5.
Membantu program penarikan dari pasar tenaga
kerja secara sukses
6.
Mengkoordinasikan progam2 MSDM yang berbeda2,
seperti rencana2 penarikan dan seleksi
·
Kegiatan perencanaan MSDM terdiri dari dimensi
suplai dan permintaan. Keduanya akan dipadukan sebagai subsistem dalam
perencanaan SDM tersebut.
·
PERMINTAAN
SDM
·
Perencanaan SDM sering hanya diartikan sebagai
kegiatan penentuan jumlah dan jenis karyawan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan organisasi secara optimal.
·
Berbagai penyebab timbulnya permintaan SDM di
waktu yang akan datang:
1.
Lingkngan eksternal:
§
Ekonomi
§
Sosial-Politik-Hukum
§
Teknologi
§
Persaingan
2.
Organisasional
§
Rencana-rencana strategik
§
Anggaran (budget)
§
Forecast penjualan dan produksi
§
Desain organisasi dan pekerjaan
§
Perluasan usaha
3.
Persediaan karyawan:
§
Pensiun
§
Permohonan berhenti
§
Pemberhentian (terminasi)
§
Kematian
·
Teknik-Teknik
Forecasting
Forecast SDM pada sisi permintaan berupaya memperkirakan
kebutuhan tenaga kerja organisasi di waktu y.a.d. Terdiri atas:
§ Ahli
(tergantung pada orang2 yang ahli untuk mengestimasi kebutuhan SDM)
o Teknik
Delphi(sekelompok ahli, biasanya para manajer)
o Survei
ahli secara formal
o Keputusan
informal dan segera
§ Analisis
trend
o Analisis
statistik
o Ratio
produktivitas (standar-standar)
o Ekstrapolasi
(berdasarkan tingkat perubahan di masa lalu untuk membuat proyeksi di waktu
y.a.d. Misalnya bila rata2 2 karyawan bagian produksi diterima sertiap bulan
dalam dua tahun yang lalu maka berarti ada 24 karyawan yang akan diterima
selama satu tahun y.a.d)
o Indeksasi
(adalah metode estimasi kebutuhan karyawan di waktu y.a.d. dengan menandai
tingkat perkembangan karyawan dengan indeks. Contohnya rasio antara karyawan
produksi dengan penjualan. Contohnya, para perencanaan bisa menyimpulkan bahwa
untuk setiap sepuluh juta rupiah kenaikan penjualan, departemen produksi
memerlukan satu tambahan karyawan baru)
§ Lainnya
o Analisis
anggaran dan perencanaan
o Model-model
komputer (merupakan serangkaian formula matematis yang dapat digunakan secara
simultan untuk menghitung kebutuhan-kebutuhan SDM di waktu yang akan datang.
o Analisis
usaha baru(mengamati jumlah kebutuhan karyawan pada usaha sejenis yang telah
lebih dahulu berdiri)
o Analisis
beban kerja
o Pendekatan
normatif (berdasarkan struktur organisasi, departemen atau devisi)
·
SUPLAI
SUMBER DAYA MANUSIA
Suplai SDM bersumber dari internal dan eksternal. Internal
berasal dari para karyawan yang ada sekarang (persediaan), yang dapat
dipromosikan, dipindah atau didemosikan, untuk memenuhi kebutuhan yang
diantisipasi. Sedangkan eksternal terdiri dari orang2 dalam pasar tenaga kerja,
mencakup orang2 yang belum bekerja dan para karyawan organisasi-organisasi
lain.
·
Estimasi
Suplai Internal
Menghitung jumlah karyawan serta mengaudit untuk
mengevaluasikan kemampuan2 mereka untuk menugaskan mereka mengisi lowongan2
pekerjaan2 di waktu y.a.d. Adapun teknik2 forecasting yang tersedia yaitu:
o Inventarisasi
SDM
o Bagan
penempatan
o Analisis
Markov
·
Estimasi
Suplai Eksternal
Didasarkan pada inforamsi baik dari berbagai publikasi maupun
hasill kerjasama dengan pihak2 penyedia. Ini penting untuk menjamin organisasi
memperoleh karyawan dengna kuantitas dan kualitas sesuai kebutuhan.
·
SISTEM
PERENCANAAN SDM
o Inventarisasi
persediaan SDM
o Forecast
SDM
o Penyusunan
rencana2 SDM
o Pengawasan
dan evaluasi
BAB IV
PENARIKAN SUMBER DAYA MANUSIA
·
Penarikan(recruiment) adalah proses pencarian
dan pemikatan para alon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai
karyawan.
·
Proses ini dimulai saat para pelamar dicari dan
berakhir bila lamaran2 (aplikasi) mereka diserahkan. Hasilnya ialah sekumpulan
pencari kerja dari mana para karyawan baru diseleksi. Spesialis penyelenggara
kegiatan ini disebut recruiters.
·
Proses penarikan:
Perencanaan SDM dan Permintaan2 khusus dari
manajer—lowongan pekerjaan yang tersedia—analisis informasi jabatan dan
pendapat manajer—persyaratan2 jabatan—metode2 penarikan—pelamar2 yang memuaskan
·
Kendala-Kendala
Penarikan
o
Kebijaksanaanan-kebijaksanaan
organisasional yang akan mempengaruhi penarikan:
§
Kebijaksanaan Promosi(untuk memberikan karyawan
sekarang kesempatan pertama untuk mengisi lowongan2. Ini akan meningkatkan
moral dan partisipasi karyawan, serta membantu kegiatan pemeliharaan karyawan)
§
Kebijaksanaan kompensasi(penggajian/pengupahan
akan mempengaruhi mina pencari kerja untuk menjadi pelamar serius)
§
Kebijaksanaan Status Karyawan(misalnya status
honorer, musiman/sementara, atau part time, bisa saja menyebabkan perusahaan
menolak karyawan yang qualified yang menigninkan status kerja full-time)
§
Kebijaksanaan penerima tenaga lokal(tujuannya
untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan masy di sekitar perus)
o
Rencana –
rencana SDM
Dengan merinci persediaan keterampilan, renana latihan dan pengembangan serta
promosi dan transfer, rencana personalia menguraikan pekerjaan2 yang harus
dipenuhi melalui penarikan dan mana yang akan diisi secara internal.
o
Kondisi
Pasar Tenaga Kerja
Kekuatan suplai dan permintaan yang berinteraksi di pasar tenaga kerja.
Hal tersebut menentukan harga tenaga kerja. Makin besar jumlah suplai tenaga
kerja yang qualified, maka harganya akan cenderung lebih murah.
o
Kondisi2
lingkungan eksternal
Misalnya tingkat pengangguran, kondisi dan tingkat pertumbuhan ekonomi,
hukum perburuhan, proyeksi angkatan kerja oleh Depnaker, kelangkaan tenaga
kerja dengan keterampilan2 tertentu, dan kegiatan penarikan para pesaing.
o
Persyaratan2
jabatan
o
Kebiasaan2
pelaksana penarikan
·
SALURAN-SALURAN
PENARIKAN
Metode2 penarikan sering disebut sebagai
saluan2 (channels). Ada perusahaan yang menungu secara pasif para pelamar yang
datang, namun kebanyakan perus lain menggunakan pendekatan lebih agresif dalam
penarikan karyawan potensial. Mereka menggunakan saluran2 sbb:
o
Walk-Ins
Pelamar datang sendiri dan mengisi blangko lamaran. Lamaran tersebut
disimpan dalam suatu file sampai ada lowongan pekerjaan atau sampai lamaran
dinyatakan tidak valid lagi.
o
Rekomendasi dari karyawan (employee referrals).
Kebaikan dari metode ini yaitu:
o
Karyawan yang memberi rekomendasi berarti telah
melakukan penyaringan pendahuluan
o
Perusahaan memperoleh informasi lengkap dari
pemberi rekomendasi tentang pelamar
o
Karyawan akan cenderung merekomendasikan
teman2nya yang mempunyai kebisaan dan sikap yang hampir sama.
o
Pelamar telah mengetahui karakteristik
organisasi dari karyawan pemberi rekomendasi.
Kekurangan metode ini ialah kecenderungan diskriminasi, misalnya agama,
daerah atau suku yang sama sebagai penyebabnya.
o
Pengiklanan, dipengaruhi oleh:
o
Pengiklanan bisa dipasang pada media yang hanya
dibaca oleh kelompok tertentu
o
Informasi lebih banyak tentang perusahaan,
pekerjaan dan spesifikasi jabatan yang dapat dicakup dalam iklan memungkinkan
penyaringan diri sebelum mengajukan lamaran.
Ada dua jenis iklan penarikan, yaitu:
o
Want Ad, menguraikan pekerjaan dan benefits,
mengidentifikasikan perusahaan dan memberitahukan bagaiman acara untuk melamar.
Jenis ini adalah bentuk iklan penarikan yang paling umu, baik dipasang pada
majalah2 profesional ataupun koran2 lokal dan nasional. Keterbatasannya ialah
menyebabkan perusahaan kebanjiran pelamar, atau sebaliknya kekurangan pelamar
untuk pekerjaan2 yang tidak menarik.
o
Blind Ad, adalah want ad yang tidak menyebutkan
perusahaan. Biasanya perus menggunakan PO Box. Fungsinya untuk menjaga
kerahasiaan, mencegah telepon yang berlebihan dan menghindarkan masalah2
hubungan masyarakat yang tidak perlu. Biasa ada di papan pengumuman.
o
Agen2 penempatan tenaga kerja, baik pemerintah
maupun swasta.
o
Lembaga2 pendidikan.
o
Organisasi2 karyawan
o
Leasing(penarikan karyawan honorer yang dibayar
secara harian atau perjam)
o
Nepotisme
o
Asosiasi2 profesional
o
Operasi2 militer(misalnya memanfaatkan keahlian
para veteran)
o
Open house(orang2 disekitar perus diundang
mengunjungi dan melihat fasilitas2 perus, mendapat penjelasan dan pemutaran
film tentang perus)
·
EVALUASI
PENARIKAN
Kriteria dalam melakukan evaluasi penarikan
yaitu:
o
Jumlah pelamar
o
Jumlah usul tentang pelamar yang diajukan untuk
diterima
o
Jumlah penerimaan atau pelamar yang diterima
o
Jumlah penempatan karyawan yang berhasil
·
BLANKO
LAMARAN PEKERJAAN
o
Data pribadi
o
Pendidikan dan keterampilan
o
Pengalaman kerja
o
Status pekerjaan
o
Keanggotan organisasi, penghargaan dan hobi
o
Referensi
o
Tanda tangan
BAB V
PROSES SELEKSI
·
Proses seleksi adalah pusatnya manajemen
personalia, dimana serangkaian langkah kegitan yang digunakan untuk memutuskan
apakah pelamar diterima atau tidak. Langkah-langkah ini mencakup pemaduan
kebutuhan-kebutuhan kerja pelamar dan organisasi.
·
Dalam banyak departemen personalia, penarikan
dan seleksi digabungkan dan disebut employment
function.
·
Seleksi adalah kunci sukses manajemen
personalia, bahkan sukses organisasi
·
MASUKAN-MASUKAN
SELEKSI:
o
Informasi analisis jabatan
o
Rencana-rencana SDM
o
Perencanaan
·
Tantangan-Tantangan
dalam Proses Seleksi:
o
Tantangan-tantangan suplai (biasanya disebabkan
oleh kurangnya pelamar yang qualified. Hal tersebut diukur dengan rasio seleksi
yang merupakan hubungan antara jumla pelamar yang diterima dan jumlah total
pelamar yang tersedia)
o
Tantangan-tantangan ethis (terkadang keputusan2
seleksi sangat dipengaruhi oleh etika karyawan, seperti hubungan keluarga,
pemberian komisi dari kantor penempatan tenaga kerja, atau karena suap)
o
Tantangan organisasional (misalnya keterbatasan
anggaran, kebiasaan memilih calon karyawan laki2 dibanding wanita, dsb)
·
Langkah-langkah
dalam proses seleksi:
o
Bagi pelamar yang berasal dari suplai internal,
kadang kadang tidak perlu melalui beberapa langkah seperti halnya seleksi untuk
suplai eksternal. Adapun langkah-langkah umum yang dilakukan dalam proses
seleksi ialah:
§
Penerimaan pendahuluan pelamar
§
Tes-tes penerimaan
·
Tes-tes psikologis
o
Tes kecerdasan
o
Tes kepribadian
o
Tes bakat
o
Tes minat
o
Tes prestasi
·
Tes-tes pengetahuan
·
Performance test
§
Wawancara seleksi
·
Wawancara individual
·
Wawancara kelompok
Tahapan wawancara
·
Persiapan pewawancara
o
Penentuan sasaran wawancara
o
Pengembangan berbagai pertanyaan spesifik yang
akan diajukan dala prosses wawancara
o
Penetapan tipe wawancara dan format pertanyaan
o
Pengenalan awal tentang pelamar dengan
mempelajari blanko lamaran
o
Menjelaskan fungsi2 pekerjaan
o
Standar prestasi
o
Upah dan tunjangan2 lain
o
Bidang2 kerja lain
·
Pengarahan atau penciptaan hubungan
Pewawancara perlu menciptakan hubungan yang relaks dengan pelamar dan
suasana yang ‘enak’.
·
Pertukaran informasi
Merupakan inti proses wawancara
·
Terminasi
Pewawancara perlu memberi isyarat bahwa wawancara akan segera diakhiri.
·
Evaluasi
Pewawancara harus mencataat jawaban2 tertentu dan kesan2 umum mengenai
pelamar. Ada catatan yang terstandar yang akan meningkatkan reliabilitas
wawancara sebagai teknik seleksi
§
Kesalahan2
dalam wawancara
o Halo
Effect (terjadi jika pewawancara menggunakan informasi terbatas tentang pelamar
untuk berprasangka dalam evaluasi terhadap karakteristik2 lain pelamar.
Misalnya pelamar yang senyumnya menarik dan simpatik diperlakukan sebagai calon
unggul atau pelamar yang menggunakan blue jeans dalam wawancara ditolak secara
mental)
o Leading
Questions(misalnya pertanyaan berupa “Apakah saudara setuju bahwa laba adalah
penting?)
o Personal
biases(merupakan hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kelompok2
tertentu, misal: “Saya lebih mennyukai personalia penjualan yang berbadan
tinggi”)
o Dominasi
pewawancara
Pewawancara menggunakan
waktu untuk membual, menyombongkan keberhasilan atau melakukan percakapan
sosial.
§
Pemeriksaan referensi-referensi
§
Evaluasi medis (tes kesehatan)
§
Wawancara oleh penyelia (atasan langsung)
§
Keputusan penerimaan
BAB VI
LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
§
Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki
penguasaan berbagai keterampiland an teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci
dan rutin. Latihan menyiapkan para karyawan untuk melakukan pekerjaan2 sekarang
§
Bila manajemen ingin menyiapkan para karyawan
untuk memegang tanggung jawab pekerjaan di waktu yang akan datang,
diterapkanlah proses pengembangan (development). Pengembangan punya ruang
lingkup lebih lluas dalam upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan,
kemammpuan, sikap dan sifat2 kepribadian.
§
Program orientasi serta latihan dan pengembangan
dilakukan hampir semua organisasi. Walaupun memakan waktu dan dana, biaya
tersebu dianggap sebagai investasi dalam SDM.
§
Tujuan
program latihan dan pengembangan karyawan:
o
Untuk menutup ‘gap’ antara kecakapan atau
kemampupan karyawan dengan permintaan jabatan
o
Program2 tersebut diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran2 kerja yang
telah ditetapkan.
§
PROGRAM
ORIENTASI
o
Sering disebut induksi, memperkenalkan para
karyawan baru dengan peranan/kedudukan mereka, dengan organisasi dan dengan
para karyawan lain.
o
Beberapa hal yang tercakup dalam program
orientasi:
§
Masalah2 organisasional
·
Sejarah singkat organisasi
·
Organisasi perusahaan
·
Nama dan jabatan para direktur
·
Jabatan karyawan dan departemen
·
Layout fasilitas2 fisik
·
Periode percobaan
·
Kebijaksanaan dan aturan perusahaan
·
Peraturan2 disiplin
·
Prosedur keamanan
·
Buku pedoman karyawan
·
Proses produksi
·
Lini produk atau jasa yang dibuat
§
Perkenalan
·
Dengan penyelia (atasan)
·
Dengan para pelatih
·
Degnan rekan sekerja
·
Dengan bagian bimbingan karyawan
§
Tunjangan-tunjangan karyawan
·
Skala pengupahan/penggajian
·
Cuti dan liburan
·
Jam istirahat
·
Latihan dan pendidikan
·
Konseling
·
Asuransi
·
Program pensiun
·
Pelayanan organisasi terhadap para karyawan
·
Program rehabilitasi
§
Tugas-tugas jabatan:
·
Lokasi pekerjaan
·
Tugas2 pekerjaan
·
Kebutuhan keamanan
·
Fungsi jabatan
·
Sasaran2 pekerjaan
·
Hubungan dengan pekerjaan2 lain
§
LATIHAN
DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN
o
Tahap persiapan sebelum dimulainya kegiatan
latihan dan pengembangan karyawan yaitu: penilaian dan identifikasi
kebutuhan2—sasaran2 latihan dan pengembangan yang terdiri dari isi program dan
priinsip2 belajar
§
Penilaian dan identifiasi kebutuhan2
Kadang2 perubahan strategi organisasi dapat menciptakan
kebutuhan akan latihan. Contohya strategi pengembangan produk/jasa baru biasanya
mengharuskan para karyawan untuk mempelajari prosedur2 baru. Latihan dapat juga
digunakan jika tingkat kecelakaan/pemborosan tinggi, semangat kerja dan
motivasi rendah aatau masalah2 operasional lainnya didiagnosa
§
Sasaran-sasaran latihan dan pengembangan
Disini sasaran2 dinyatakan dan ditetapkan. Sasaran2 ini mencerminkan perilaku dan
kondisi yang diinginkan dan berfungsi sebagai standar2 dengan mana prestasi
kerja individual dan efektivitas program dapat diukur.
·
Isi program
Ditentukan oleh identifiasi kebutuhan2 dan sasaran2
latihan. Mungkin berupaya untuk mengajarkan berbagai keterampilan tertentu,
menyampaikan pengetahuan yang dibutuhkan atau mengubah sikap. Apapun isinya,
program hendaknya memenuhi kebutuhan2 organisasi dan peserta. Bila tujuan2 organisasi
diabaikan, upaya latihan dan pengembangan akan sia2. Para peserta juga perlu
meninjau isi program, apakah relevan dg kebutuhan, atau motivasi mereka untuk
mengikuti program tersebut renda/tinggi. Agar isi program fektif, prinsip2
belajar harus diperhatikan.
·
Prinsip2 belajar
Ada beberapa prinsip belajar yang bisa digunakan sebagi
pedoman tentang cara2 belajar yang paling efektif bagi para karyawan. Prinsip2
ini adlah bahwa program bersifat partisipatif, relevan,
pengulangan(repetisi)dan pemindahan, serta memberikan umpan balik mengenai
kemajuan para peserta latihan. Selain itu, perancangan program juga perlu
menyadari perbedaan individual karena hakekatnya para karyawan mempunyai
kemampuan, sifat dsb yang berbeda satu dengan yang lainnya.
§ TEKNIK-TEKNIK LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
o
Metode praktis (On the Job Training)
Merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan.
Karyawan dilatih tentang pekerjaan baru dengan supeervisi langsung seorang
pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain)
§
Rotasi jabatan
Memberi karyawan pengetahuan tentang bagian2 organisasi
yanng berbeda dan praktek berbagai macam keterampilan manajerial
§
Coaching
§
Penyelia atau atasan memberikan bimbingan dan
pegnarahan pada karyawan dalam pelaksanaan kerja rutin mereka. Hubungan penyelia
dan karyawan sebagai bawahan serupa hubungan tutor dengan ahasiswa.
§
Instruksi pekerjaan
§
Magang
Merupakan proses belajar dari seorang atau beberapa
orang yang lebih berpengalaman. Pendekata ini dapat dikombinasikan dengan
latihan off teh job.
§
Sistem penilaian prestasi
§
Penugasan sementara
Penempatan karyawan pada posisi manajerial/sebagai
anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan. Karyawan terlibat
dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasasional
nyata.
o
Teknik-teknik presentasi informaisi dan metode2
simulasi (Off the Job Training)
§
Simulasi
·
Metoda studi kasus
Deskripsi tertulis suatu situasi pengambilan keputusan
nyata disediakan. Aspek2 organisasi terpilih diuraikan pada lembar kasus.
Karyawan yang terlibat dalam latihan diminta untuk mengidentifikasikan
masalah2, menganalisa situasi dan merumuskan penyelesaian2 alternatif. Dengan metode ini, karyawan dapat
mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan.
·
Role playing
Peserta memaninkan berbagai peran yang berbeda. Ia memerankan individu tertentu yang
digambarkan dalam suatu episode dan diminta untuk menanggapi para peserta lain
yang berbeda perannya. Efektivitas metode ini bergantung pada kemampuan peserta
memainkan peranan yang ditugaskan padanya. Teknik ini dapat mengubah sikap
peserta seperti lebih toleransi pada perbedaan individual dan mengembangkan
keterampilan2 antar pribadi (interpersonal skills).
·
Business games
Adalah suatu simulasi pengambilan keputusan skala kecil
yang dibuat sesuai dengan situasi kehidupan bisnis nyata. Jika permainan lebih
kompleks, biasanya digunakan komputer untuk mengerjakan perhitungan2. Permainan
dominan menggunakan teori2 ekonomi. Tujuannya adalah melatih para karyawan atau
manajer dalam pengambilan keputusan dan cara mengelola operasi2 perusahaan.
·
Vestibule training
Latihan ini dilaksanakan oleh pelatih2 khusus. Area2
terpisah dibangun dengan berbagai jenis peralatan sama seperti yang akan
digunakan pada pekerjaan sebenarnya.
·
Latihan laboratorium
Adalah suatu bentuk latihan kelompok yang terutama
digunakan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan antar pribadi.
Contohnya ialah latihan sensitivitas.
·
Program pengembangan eksekutif
Biasa diselenggarakan di lembaga2 pendidikan. Organisasi
mengirimkan para karyawannya mengikuti pakket2 khusus yang ditawarkan atau
bekerja sama dengan suatu lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan secara
khusus suatu bentuk penataran, pendidikan atau latihan sesuai kebutuhan
organisasi.
§
Presentasi informasi
·
Metoda kuliah
Metode tradisional dengan kemampuan penyampaian
informasi, banyak peserta dan biaya relatif murah. Peserta diasumsikan sebagai
pihak yang pasif. Kelemahannya ialah tidak atau kurang adaya partisipasi dan
umpan balik.
·
Programmed instruction
Menggunakan mesin pengajar atau komputer untuk
memperkenalkan pada peserta topik yang harus dipelajari, dan memerincin
serangkaian langkah dengan umpan balik langsung pada penyelesaian setiap
langkah.
·
Self study
·
Analisis transaksional
·
Presentasi video
·
Metoda konferensi
Metode ini analog dengan bentuk kelas seminar di
perguruan tinggi sebagai pengganti metode kuliah.
Tidak ada satu
teknik yang selallu paling baik, metode terbaik tergantung pada sejauh mana
suatu teknik memenuhi faktor-faktor berikut:
1.
Efektivitas biaya
2.
Isi program yang dikehendaki
3.
Kelayakan fasilitas2
4.
Preferensi dan kemampuan peserta
5.
Preferensi dan kemampuan instruktor atau pelatih
6.
Prinsip2 belajar
Tingkat
pentingnya keenam “trade-off” tersebut tergantung pada situasi. Contohnya,
efektivitas biaya mungkin merupakan faktor minor (bukan utama) dalam latihan
manuver darurat pilot pesawat erbang. Bagaimanapun juga, manajer perlul
mengenal semua teknik latihan dan pengembangan yang tersedia, agar dapat
memilih teknik yang paling tepat untuk kebutuhan, sasaran dan kondisi tertentu.
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
Melalui pengembangan para karyawan
yang telah ada, departemen personalia mengurangi ketergantungan perusahaan pada
penarikan karyawan2 baru. Bila para karyawan dikembangkan secara tepat,
lowongan pekerjaan lebih mungkin dipenuhi terlebih dulu secara internal.
Promosi dan transfer juga
menunjukkan pada karyawan bahwa mereka punya kesempatan karier. Manfaat
pengembangan juga akan dirasakan perusahaan melalui peningkatan kontinyuitas
operasi2 dan semakin besarnya rasa ketertarikan karyawan terhadap perusahaan.
Pengembangan SDM juga merupakan
suatu cara efektif untuk menghadapi beberapa tantangan yang dihadapi oleh bayak
organisasi besasr. Tantangan2 ni mencakup keusangan karyawan, perubahan2
sosioteknis dan perputaran tenaga kerja. Kemampuan untuk mengatasi tantangan2
tersebut merupakan faktor penentu keberhasilan departemen personalia dalam
mempertahankan SDM yang efektif.
Keusangan Karyawan
Terjadi bila seorang karyawan
tidak lagi mempunyai pengetahuan atau
kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan dengan efektif. Tanda2nya yaitu sikap
yang kurang tepat, prestasi
menurutn/jelek, atau prosedur2 kereja yang ketinggalan jaman. Tindakan
yang bisa diambil ialah memindahkan atau mempromosikan karyawan yang usang ke
pekerjaan lain. Penyelesaian yang lebih baik adalah dengan menyelenggarakan
program2 pengembangan tambahan. Ini dimaksudkan untuk menghindari keusangan
sebelum hal itu terjadi melalui penilaian kebutuhan2 dan penyelenggaraan
program2 pengembangan berbagai keterampilan baru secara periodik.
Perubahan2 Sosioteknis
Perubahan ini menjadi
tantangan bagi dep personalia dalam mempertahankan SDM yang efektif. Contohnya
dalam hal penggunaan mesin
Perputaran Tenaga Kerja
Karyawan keluar dari
perusahaan untuk bekerja di perusahaan lain merupakan tantangan khusus bagi
pengembangan SDM karena kejadian tersebut tidak dapat diperkirakan. Program
pengembangan yang sangat baik justru meningkatkan perputaran karyawan.
LANGKAH LANGKAH DALAM EVALUASI LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
·
Kriteria evaluasi
·
Tes pendahuluan (pretest)
·
Para karyawan dilatih/dikembangkan
·
Tes purna (posttest)
·
Transfer/promosi
·
Tindak lanjut
BAB VII
PERENCANAAN KARIER
·
Karier adalah semua pekerjaan atau jabatan yang
dipunyai atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang.
·
Orang-orang sukses biasanya mengembangkan
berbagai erncana karier dan kemudian berupaya untuk mencapai rencana-rencana
mereka
·
Literatur ilmu pengetahuan megetahui perilaku
pada umumnya menggunakan istilah karier dengan tiga pengertian:
o
Karier sebagai suatu urutan promosi atau
pemindahan (transfer) lateral ke jabatan2 yang lebih menuntut tanggung jawab
atau ke lokasi – lokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hierarki hubungan
kerja selama kehidupan kerja seseorang
o
Karier sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang
membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas – jalur karier.
o
Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau
serangkaian posisi yang dipegannya selama kehidupan kerja. Dalam konteks ini,
semua orang dengan sejarah kerja mereka disebut mempunyai karier.
·
Istilah-istilah perencanaan karier:
o
Karier: seluruh pekerjaan/jabatan yang ditangani
atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang
o
Jalur karier (Career path): pola
pekerjaan-pekerjaan berurutan yang membentuk karier seseorang
o
Sasaran-sasaran karier: adalah posisi di waktu
yang akan datang dimana seseorang berjuang untuk mencapainya sebagai bagian
dari kariernya
o
Perencanaa karier: adalah proses melalui mana
seseorang memilih sasaran karier, dan jalur ke sasaran tersebut
o
Pengembangan karier: adalah peningkatan2 pribadi
yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier
·
Contoh karier dalam industri perbankan: Calon analis kredit, analis kredit, pembantu
kepala analis kredit, kepala analis kredit, kepala administrasi keuangan, wakil
pemimpin cabang kecil, wakil pemimpin cabang besar, pemimpin cabang kecil,
pemimpin cabang besar, kepala bagian kredit investasi, wakil direktur bidang
operasi dan direktur.
·
Manfaat yang akan diperoleh bila departemen
personalia terlibat dalam perencanaan karier adalah:
o Mengembangkan
para karyawan yang dapat dipromosikan
o Menurunkan
perputaran karyawan
o Mengungkap
potensi karyawan
o Mendorong
pertumbuhan
o Mengurangi
penimbunan
o Memuaskan
kebutuhan karyawan
o Membantu
pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui
·
Dalam praktek, departemen personalia mendorong
perencanaan karier dengan tiga cara yaitu
o Pendidikan
karier
Nyatanya, banyak karyawan
nyang kkurang tahu tentang perencanaan karier dan keuntungan2nya. Departemen
personalia dapat meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya perencanaan
karier melalui berbagai macam teknik pendidikan seperti pidato-pidato
pengarahan, edaran-edaran, memorandum, seminar lokakarya dsb yang dapat
membantu karyawan membantu menetapkan sasaran2 karier, mengidentifikasikan
jalur-jalur karier dan mengungkap kegiatan2 penembangan karier. Perusahaan juga
bisa menggunakan jasa konsultan.
o Informasi
pada perencanaan karier
Departemen personalia
harusnya memberikan kepada karyawan berbagai informasi yang mereka butuhkan
untuk merencanakan karier. Contohnya, deskripsi dan spesifikasi jabatan adalah
info yang sangat berguna bagi seorang karyawan yang sedang mencoba untuk
mengestimasi sasaran2 kariernya.
o Konseling
karier
Yaitu kegiatan membantu
para karyawan menetapkan sasaran2 karier dan menentukan jalur2 karier yang
tepat dengan menawarkan bimbingan karier.
·
Pengembangan
karier individual
Kegiatan pengembangan
karier kerja mencakup:
o Prestasi
kerja
o Exposure
o Permintaan
berhenti
o Kesetiaan
organisasional
o Mentors
dan sponsors
o Kesempatan2
untuk tumbuh
·
Untuk mengarahkan pengembangan karier agar
menguntungkan organisasid an karyawan, departemen personalia sering mengadakan
program-program latihan dan pengembangan bagi para karyawan. disamping itu,
departemen personalia perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan
balik kepada karyawan dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif untuk
meningkatkan kemampuan dan keinginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan
karier.
BAB VIII
PENILAIAN PRESTASI KERJA
·
Penilaian prestasi kerja adalah proses melalui
mana organisasi2 mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan.
·
Guna penilaian prestasi kerja:
o
Perbaikan prestasi kerja
o
Penyesuaian2 kompensasi
o
Keputusan2 penempatan
o
Kebutuhan2 latihan dan pengembangan
o
Perencanaan dan pengembangan karier
o
Penyimpangan2 proses staffing
o
Ketidakakuratan informasional
o
Kesalahan2 desain pekerjaan
o
Kesempatan kerja yang adil
o
Tantangan2 eksternal
·
Persiapan
Penilaian Prestasi Kerja
o
Mempersiapkan penilai
o
Terkadang penilai bersifat subjektif (bias) sehingga
mengakibatkan pengukuran menjadi tidak akurat, disebabkan oleh:
§
Halo Effect
Terjadi bila pendapat pribadi penili tentang karyawan mempengaruhi
pengukuran prestasi kerja.
§
Kesalahan kecenderungan terpusat
§
Bias terlalu lunak dan terlalu keras
§
Prasangka pribadi
§
Pengaruh kesan terakhir.
o
Berbagai distorsi tersebut dapat dikurangi
melalui pemberian latihan bagi para penilai, umpan balik, dan pemilihan
teknik-teknik penilaian prestasi kerja secara tepat. Latihan untuk para penilai
hendaknya mencakup tiga tahap. Pertama, berbagai bias atau kesalahan dan
penyebab2nya harus dijelaskan. Kedua, peranan penilaian prestasi kerja dalam
keputusan2 karyawan hendaknya diuraikan dengan menekankan pentingnya
objektivitas. Disamping itu, mereka juga perlu umpan balik tentang penilaian
yang mereka lakkukan di waktu lalu serta melakukan penilaian secara hati-hati.
·
Metode-Metode
Penilaian Berorientasi Masa Lalu
o
Rating scale
Evaluasi subjektif dilakukan terhadap prestasi kerja karyawan dengan skala tertentu dari rendah sampai tinggi.
Kinerja dibandingkan dengan faktor2 yang dianggap penting bagi pelaksanaan
kerja tersebut.
o
Checklist
Penilai tinggal memilih kalimat/kata2 yang menggambarkan prestasi kerja
dan karakteristik2 karyawan
o
Metode peristiwa kritis
Berdasarkan pada catatan2 penilai yang menggambarkan perilaku karawan
sangat baik/jelek dalam kaitannya dengan pelaksanaan kerja.
o
Field review method
o
Tes dan observasi prestasi kerja
o
Metode evaluasi kelompok
§
Metode ranking
§
Grading atau forced distribution
§
Point allocation method
·
Metode-Metode
Penilaian Berorientasi Masa Depan
o
Penilaian diri: berguna bila tujuan evaluasi
adalah untuk melanjutkan pengembangan diri)
o
Penilaian psikologis (biasanya dilakukan dengan
wawancara oleh psikolog untuk menilai potensi karyawan di waktu yang akan
datang
o
Pendekatan Management By Objectives
Setiap karyawan dan penyelia secara bersama menetapkan tujuan2 atau
ssasaran2 pelaksanaan kerja di waktu yang akan datang.
o
Teknik Pusat Penilaian
o
Terdapat assessment centers adalah suatu bentuk
penilaiaan karyawan yang distandardisasikan dimana tergantung pada berbagai
tipe penilaian dari penilai.
·
Implikasi
Penilaian Prestasi Kerja
Merupakan umpan balik pada karyawan akan
penilaian mengenai prestasi kerja prestasi kerja mereka
o
Tell and sell approach
Mereview prestasi kerja karyawan dan mencoba untuk meyakinkan karyawan
untuk berprestasi lebih baik. Pendekatan ini baik untuk karyawan baru
o
Tell and listen approach
Memungkinkan karyawan untuk menjelaskan berbagai alasan, latar belakang
dan perasaan defensip mengenai prestasi kerja. Ini bermaksud untuk mengatasi
reaksi-reaksi tersebut dengan konseling bagaimana cara berprestasi lebih baik.
o
Problem solving approach
o
Mengidentifikasikan masalah-masalah yang
mengganggu prestasi kerja karyawan
·
Agar wawancara seleksi dapat berlangsung dengan
efektif, pewawancara atau penilai perlu memperhatikan berbagai pedoman yang
secara terinci adalah sebagai berikut:
o
Tekankan pada aspek2 positif prestasi kerja
karyawan
o
Beritahukan pada karyawan bahwa periode evaluasi
adalah untuk meningkatkan prestasi kerja, bukan untuk menegakkan disiplin
o
Selenggarakan periode review prestasi kerja
secara pribadi dengan gangguan2 sesedikit mungkin
o
Review prestasi kerja secara formal paling tidak
setiap tahun, dan lebih sering bagi para karyawan baru atau yang berprestasi
jelek
o
Ajukan kritik2 spesifik, bukan umum dan tidak
jelas
o
Pusatkan kritik2 pada prestasi kerja, bukan pada
karakteristik2 kepribadian
o
Tetap tenang dan tidak berdebat dengan orang
yang dievaluasi
o
Identifikasi kegiatan2 khusus yang dapat
dilakukan karyawan untuk memperbaiki prestasi kerja
o
Tunjukkan keinginan peniai untuk membantu usaha2
karyawan dan perbaikan prestasi kerjaakhiri periode evaluasi dengan menekankan
aspek-aspek positif prestasi kerja karyawan
BAB IX
PEMBERIAN KOMPENSASI
·
Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima
para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja karyawan
·
Kompensasi penting bagi karyawan sebagai
individu karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka.
·
Tujuan-tujuan administrasi kompensasi:
o
Memperoleh personalia yang qualified
Kompensasi perlu ditetapkan cukup tinggi untuk emnarik para pelamar.
Karena perusahaan-perusahaan bersaing dalam pasar tenaga kerja, tingkat
pengupahan harus sesuai dengan kondisi suplai dan permintaan tenaga kerja. Kadang-kadang
tingkat gaji yang relatif tinggi diperlukan untuk menarik para pelamar cakap
yang sudah bekerja di berbagai perusahaan lain.
o
Mempertahankan para karyawan yang ada sekarang
Bila tingkat kompensasi tidak kompetitif, niscaya banyak karyawan baik
akan keluar. Nuntuk mencegah perputaran karyawan, pengupahan harus dijaga agar
tetap kompetitif dengan perusahaan-perusahaan lain.
o
Menjamin keadilan
Administrasi pengupahan dan penggajian berusaha untuk memenuhi prinsip
keadilan. Keadilan atau konsistensi internal dan eksternal sangat penting
diperhatikan dalam penentuan tingkat kompensasi.
o
Menghargai perlikau yang diinginkan
Kompensasi hendaknya mendorong perilaku-perilaku yang diinginkan.
Prestasi kerja yang baik, pengalaman, kesetiaan, tanggung jawab baru dan
perilaku2 lain dapat dihargai melalui rencana kompensasi yang efektif.
o
Mengendalikan biaya-biaya
Suatu program kompensasi yang rasional membantu organisasi untuk
mendapatkan dan mempertahankan SDM pada tingkat biaya yang layak. Tanpa
struktur pengupahan dan penggajian sistematik organisasi dapat membayar utang
(underpay) atau lebih (overpay) kepada para karyawannya.
o
Memenuhi peraturan-peraturan legal
Seperti aspek2 manajemen personalia lainnya, adminstrasi kompensasi
menghadapi batasan2 legal. Program kompensasi yang baik memperhatikan kendala2
tersebut dan memenuhi semua peraturan pemerintah yang mengatur kompensasi
karyawan.
·
Tantangan-tantangan yang mempengaruhi
kebijaksanaan kompensasi (yang mempengaruhi besarnya kompensasi):
o
Suplai dan permintaan tenaga kerja
Beberapa jenis pekerjaan mungkin harus dibayar lebih tinggi daripada yang
ditunjukkan oleh nilai relatifnya karena desakan kondisi pasar. Misalnya tahun 1970, kelangkaan tenaga akuntan
menyebabkan perusahaan harus memberi tunjangan kelangkaan di samping kompensasi
dasar untuk memperoleh tenaga kerja akuntan.
o
Serikat karyawan
Lemah atau kuatnya serikat karyawan mencerminkan kemampuan organisasi
karyawan tersebut untuk menggunakan kekuatan pengaruh mereka pada penentuan
tingkat kompensasi. Semakin kkuat kekuatan serikat berarti semakin kuat posisi
perundingan karyawan dalam penetapan tingkat upah mereka.
o
Produktivitas
Perusahaan harus memperoleh laba untuk menjaga kelangsungan hidup dan
tumbuh. Tanpa hal ini, perusahaan tidak akan bisa lagi bersaing. Oleh karena
itu, perusahaan tidak dapat membayar para karyawan melebihi kontribusi mereka
pada perusahaan melalui produktivitas mereka. Bila ini terjadi (bisa karena
kelangkaan atau kekuatan serikat karyawan), perusahaan biasanya merancang
kembali pekerjaan-pekerjaan, melatih para karyawan baru untuk menaikkan suplai,
atau melakukan otomatisasi.
o
Kesediaan untuk membayar
Bukan merupakan suatu pernyataan yang berlebihan bahwa perusahaan
sebenarnya ingin membayar kompensasi secara adil dan layak. Oleh karena itu,
perusahaan juga merasa bahwa para karyawan seharusnya melakukan pekerjaan
sesuai dengan upah yang mereka terima. Manajemen perlu mendorong para karyawan
untuk meningkatkan produktivitas mereka agar kompensasi yang lebih tinggi dapat
dibayarkan.
o
Kemampuan untuk membayar
Tanpa memperhatikan semua faktor lainnya, dalam jangka panjang, realisasi
pemberian kompensasi tergantung pada kemampuan membayar perusahaan. Seperti
telah disebutkan di atas, kemampuan membayar tergantung pada pendapat dan laba
yang diraih, di mana hal ini dipengaruhi oleh produktivitas karyawan yang
tercermin dalam biaya tenaga kerja.
o
Berbagai kebijaksanaan pengupahan dan penggajian
Hampir semua organisasi mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan yang
mempengaruhi pengupahan dan penggajian. Salah satu kebijaksanaan yang umum
adalah memberikan kenaikan upah yang sama besarnya kepada para karyawan anggota
serikat buruh maupun karyawan yang bukan anggota serikat. Banyak perusahaan
mempunyai kebijaksanaan pembayaran bonus (premium) di atas upah dasar untuk
meminimumkan perputaran karyawan atau untuk menarik para karyawan terbaik.
Perusahaan2 lain mungkin juga menetapkan kenaikan kompensasi secara otomatis
bila indeks biaya hidup naik.
o
Kendala-kendala pemerintah
Tekanan-tekanan eksternal dari pemerintah dengan segala peraturannya
mempengaruhi penetapan kompensasi perusahaan. peraturan upah minimum, upah
kerja lembur dan pembatasan umur untuk tenaga kerja anak-anak merupakan
beberapa contoh kendala kebijksanaan kompensasi yang berasal dari pemerintah
·
Umumnya karyawan akan menerima
perbedaan-perbedaan kompensasi yang berdasarkan pada perbedaan tanggung jawab,
kemampuan, pengetahuan, produktivitas atau kegiatan2 manajerial.
·
Keadilan atau konsistensi internal berarti bahwa
besarnya kompensasi harus dikaitkan dengan nilai relatif pekerjaan2. Dengan
kata lain, pekerjaan2 sejenis memperoleh pembayaran yang sama. Sedangkan
keadilan atau konsistensi eksternal menyangkut pembayaran kepada para karyawan
pada tingkat yang layak atau sama dengan pembayaran yang diterima para karyawan
yang serupa di perusahaan2 lain.
·
Proses Kompensasi adalah suatu jaringan berbagai
sub proses yang kompleks dengan maksud untuk memberikan balas jasa kepada
karyawan bagi pelaksanaan pekerjaan dan untuk memotivasi mereka agar mencapai
tingkat prestasi kerja yang diinginkan.
·
Diantara komponen2 proses ini adalah pembayaran
upah dan gaji dan pemberian kompensasi pelengkap, seperti pembayaran asuransi,
cuti, sakit dsb.
·
Upah biasanya bersangkutan dengan pembayaran
atas dasar jam kerja untuk kelompok2 karyawan seperti produksi dan pemeliharaan
(karyawan berkrah biru), sedangkan gaji berarti pembayaran tetap secara bulanan
atau mingguan untuk karyawan2 klerikal, administratif, manajerial dan
profesional (karyawan berkrah putih)
·
Berbagai peralatan, sistem dan kebijaksanaan
secara khusus digunakan untuk mempermudahh administrasi proses kompleks itu. Di
antara sarana2 tersebut adalah analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, survei
pengupahan dan penggajian, rencana-rencana kompensasi variabel, penilaian prestasi kerja, dan banyak
kebijaksanaan yang menyangkut tingkat dan administrasi upah dan benefits.
·
Evaluasi
pekerjaan adalah berbagai prosedur sistematik untuk menentukan nilai
relatif pekerjaan-pekerjaan. Contohnya seorang atasan dibayar lebih tinggi
daripada bawahan, maka pengupahan dapat dikatakan konsisten. Jadi, salah satu
tujuan evaluasi pekerjaan adalah untuk mengidentifikasikan pekerjaan2 mana yang
harus dibayar lebih tinggi dari yang lain, dan juga menentukan besarnya upah
diferensial antara dua pekerjaan tersebut.
·
Evaluasi sebaiknya dilakukan oleh para
ahli/kelompok ahli yang sering disebut panitia evaluasi pekerjaan. Panitia ini
mulai mereview informasi analisis pekerjaan untuk empelajari tugas2, tannggung
jawab dan berbagai kondisi kerja yang
menjadi dasar evaluasi. Dengan pengetahuan akan hal2 tersebut, nilai relatif
masing2 pekerjaan ditentukan dengan menggunakan suatu metode evaluasi pekerjaan
yang dipilih.
·
Metode-metode evaluasi pekerjaan:
o
Metode sederhana
§
Job ranking (simple ranking)
Paling sederhana dan paling kecil ketepatannya. Panitia evaluasi
pekerjaan mereview informasi analisis pekerjaan
untuk masing2 pekerjaan. Kemudian setiap pekerjaan ditentukan ranking
atau tingkatannya secara subjektif berdasarkan pada tingkat kepentingan relatif
dalam perbandingan dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Ini merupakan penyusunan
urut2an pekerjaan secara keseluruhan, meskipun para penilai bisa
mempertimbangkan keterampilan, tenaga, tanggung jawab dan kondisi kerja
masing-masing pekerjaan. Kelemahannya ialah sangat mungkin elemen2 penting
berbagai pekerjaan diabaikan sedangkan item2 tidak penting justru diberi bobot
terlalu besar. Selanjutnya, ranking2 tersebut tidak membedakan nilai relatif di
antara pekerjaan2. Contohnya, anggap pekerjaan penjaga keamanan menempati
urutan 2, pekerjaan sekretaris mendapatkan ranking 2 dan manajer atau kepala kantor mempunyai urutan
3. Dalam kenyataannya, posisi sekretaris bisa tiga ali lebih penting dari pada
pekerjaan penjaga keamanan dan setengah kurang penting dibanding pekerjaan
kepala kantor. Pendekatan job ranking tidak menunjukkan perbedaan2 relatif di
antara pekerjaan2 itu. bagaimanapun juga, skala pembayaran atas dasar metode
ini menjamin bahwa pekerjaan2 yang lebih penting akan dibayar lebih besar.
Tetapi karena ranking yang ditetapkan kurang ketepaannya, tingkat pembayaran
sebagai hasilnya bisa tidak akurat.
§
Job grading (job classification)
Adalah metode yang sedikit lebih canggih dibanding job ranking.
Perusahaan menyusun deskripsi2 standar untuk kelompok2 pekerjaan yag akan
digunakan untuk menilai pekerjaan2 yang ada. Misalnya, kelas pekerjaan I adalah
jenis2 pekerjaan dengan definisi standar berupa pekerjaan yang sederhana dan
bersifat sangat rutin( pengulangan), dilakukan di bawah supervisi yang ketat,
memerlukan latihan minimal san sedikit tanggng jawab atau inisiatif. Misalnya
penjaga gudang dan petugas pengarsipan. Pekerjaan2 yang lebih penting dibayar
lebih tinggi, tetapi ketidakakuratan perbedaan di antara kelas2 dapat
mengakibatkan tingkat upah yang tidak tepat.
o
Metode dengan pendekatan lebih terperinci
(kuantitatif)
§
Metode perbandingan faktor (factor comparison)
Metode pembandingan faktor secara esensial merupakan suatu aplikasi
sistem pennilaian prestasi orang ke orang pada evaluasi pekerjaan. Metode ni
mengharuskan panitia evaluasi pekerjaan membandingkan komponen2 pekerjaan
kritis. Komponen2 kritis tersebut adalah faktor2 yang umum untuk semua pekerjaa
yang sedang dievaluasi. Faktor2 yang paling luas digunakan adalah keterampilan,
tanggung jawab, upaya mental, upaya fisik dan kondisi kerja. Masing2 faktor
suatu pekerjaan dibandingkan dengan faktor yang sama pada pekerjaan2 lain.
Evaluasi ni memungkinkan panitia untuk menentukan nilai relatif setiap
pekrjaan. Metode pembandingkan faktor mencakup langkah2 sebagai berikut:
·
Memilih dan menentukan faktor2 pekerjaan kritis
·
Memilih dan menentukan pekerjaan2 kunci
·
Membagi tingkat gaji/upah sekarnag untuk
pekerjaan2 kunci
·
Menyusun bagan pembandingan faktor
·
Mengevaluasi pekerjaan2 lain
|
Faktor-Faktor Kritis
|
Pekerjaan-Pekerjaan Kunci
|
||||
|
A
|
B
|
C
|
D
|
E
|
|
|
Keterampilan
Tanggung Jawab
Upaya Mental
Upaya Fisik
Kondisi Kerja
|
4000
2200
2000
2000
700
|
1500
1800
800
1100
600
|
1600
1200
1300
700
600
|
600
400
300
1700
1500
|
1200
950
900
700
600
|
|
Total
|
10900
|
5800
|
5400
|
4500
|
4350
|
|
Tingkat Upah
|
10900
|
5800
|
5400
|
4500
|
4350
|
Untuk memperjelas perhitungan di atas, kita ambil contoh
upah karyawan yang mengerjakan pekrjaan D sebesar Rp 4.500,00. Jumlah ini
dibagi di antara faktor2 kritis sebagai berikut:
Rp 400 untuuk tanggung jawab
Rp 600 untuk keterampilan
Rp 300 untuk upaya mental
Rp 1700 untuk upaya fisik
Dan Rp 1500 untuk kondisi kerja.
Dalam pembagian tingkat upah tersebut, ada dua pembandingan
yang harus dilakukan. Pertama jumlah upah yang dibagi untuk setiap faktor
hendaknya mencerminkan derajat pentingnya faktor tersebut dalam pembandingan
antara dua faktor. Contohnya, bila Rp 4000 diberikan untuk keterampilan dan Rp
2000 untuk upaya mental pada kasus pekerjaan A, ini berarti faktor keterampilan
dua kali lebih penting daripada upaya fisik. Kedua, besarnya upah yang
dialokasikan untuk setiap faktor tunggal hendaknya mencerminkan kepentingan
relatif faktor di antara pekerjaan2 yang berbeda. Sebagai contoh, bila tanggung
jawab pada pekerjaan C tiga kali lebih penting daripada pekerjaan D, maka nilai
uang yang dialokasikan pada tanggung jawab pekerjaan C (Rp 1200) harus tiga
kali lebih besar daripada pekerjaan D.
§
Pint system
Adalah metode yang paling banyak digunakan. Disamping menggunakan upah
sebagai pembanding, juga digunakan points. Meskipun pada mulanya sulit cara
menyusunnya, etapi lebih tetap dibanding metode pembandingan faktor karena
dapat mempertimbangkan faktor2 kritis dengan lebih rinci. Sistem ini memerlukan
langkah2 sbb:
·
Memilih dan menentukan faktor2 kritis
Faktor tanggung jawab pada metode pembandingan faktor dirinci seperti
contoh:
·
Keamanan orang lain
·
Peralatan dan bahan
·
Bantuan kepada karyawan lain
·
Kualitas produk/jasa
·
Menentukan tingkatan2 berbagai faktor
|
Faktor-Faktor
Kritis
|
Tingkatan
|
|||
|
Minimum
I
|
Rendah
II
|
Moderat
III
|
Tinggi
IV
|
|
|
I.
Tanggung jawab
a.
Keamanan org lain
b.
Peralatan dan beban
c.
Bantuan kepada karyawan lain
d.
Kualitas produk/jasa
II.
Keterampilan
a.
Pengalaman
b.
Pendidikan/latihan
III.
Upaya
a.
Mental
b.
Fisik
IV.
Kondisi Kerja
a.
Tidak menyenangkan
b.
Bahaya
|
25
20
5
20
45
25
25
35
20
20
|
50
40
20
40
90
50
50
70
40
40
|
75
60
35
60
135
75
75
105
60
60
|
100
80
50
80
180
10
100
150
80
80
|
|
|
Nilai
Total
|
1000
|
||
·
Mengalokasikan points pada subfaktor2
·
Mengalokasikan points pada semua tingkatan
·
Menyusun manual penilaian
·
Menerapkan point system
·
SISTEM
INSENTIF FINANSIAL
·
Sistem insentif menunjukkan hubungan yang paling
jelas antara kompensasi dan prestasi kerja. Istilah “sistem insentif” pada
umumnya digunakan utnk menggambarkan rencana-rencana pembayaran upah yang
dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengn berbagai standar
produktivitas karyawan atau profitabilitas organisasi atau kedua kriteria
tersebut. Berbagai bentuk rencana inseentif mengaitkan upah dengan
produktivitas individual, rencana2 lain dengan produktivitas kelompok, dan
rencana2 lain lagi dengan produktivitas atau profitabilitas organisasi
keselruuhan. Para karyawan yang bekrja di bawah sistem insentif ginansial
berarti prestasi kerja mereka menentukan, secara keseluruhan atau sebagian, penghasilan mereka.
·
Istilah “sistem insentif” mempunyai pengertian
yang terbatas, karena tidak mencakup banyak jenis perangsang yang ditawarkan
kepada para karyawan untuk melaksanakan kerja sesuai atau lebih tinggi dari
standar2 yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, sistem ini tidak meliputi
pembayaran upah kerja lembur, upah untuk waktu tidak bekerja, atau upah
diferensial berdasarkan shifts. Begitu juga, istilah itu pada umumnya digunakan
dengan tidak mencakup pembayaran premi untuk pelaksanaan tugas2 yang berbahaya.
·
Dalam bagian ini akan dibahas dua kategori utama
rencana2 insentif:
o
Sistem insentif atau sering disebut kompensasi
variabel indivudual
§
Rencana-rencana insentif untuk karyawan
operasional
Data yang diperlukan ialah:
·
Jumlah keluaran (output) rata-rata yang ditetapkan
sebagai standar prestasi kerja
·
Jujmlah uang yang layak dan adil bagi jumlah
rata2 hasil kerja itu
Adapun kategori untuk insentif karyawan
operasional yaitu:
·
Berdasarkan unit keluaran (piece rates)
·
Berdasarkan waktu (time bonuses)
§
Rencana2 insentif untuk manajer
·
Bonus dalam bentuk kas yang diberikan atas dasar
laba/evaluasi prestasi kerja indiidual. Bentuk insentif ini barangkali
merupakan tipe insentif paling umum untuk para eksekutif
·
Stock options, yaitu hak untuk membeli saham
perusahaan pada harga tertentu selama jangka awktu tertentu di waktu yang akan
datang
·
Stock appreciation rights, adalah sama seperti
stock options, tetapi manajer dapat melepaskan hak untuk membeli saham dan
mengambil bonus kas sebesar nilai saham dalam rentang waktu tertentu.
·
Phantoom stock plans, dimana manajer tidak
benar2 menapatkan saham, tetapi hanya dicatat pada rekening pemilikan saham
perusahaan pada harga pasar
·
Sasaran2 prestasi kerja dapat ditetapkan untuk
eksekutif dan bonus dialokasikan menurut derajat prestasi.
§
Sistem sugesti
Tujuannya ialha untuk merangsang pemikiran kreatif di antara para
karyawan. lebih dari pada sekedar kerja keras untuk mendapatkan penghasilan
insentif lebih tinggi, karyawan didorong untuk memikirkan cara2 untuk melakukan
pekerjaan dengan lebih efektif, mengurangi pemborosan,d an memperbaiki
peralatan, prosedur dan material. Insentif biasanya diberikan atas dasar
persentase tertentu dari penghematan2 yang diperoleh perusahaan
§
komisi
dalam pekerjaan2 penjualan, insentif para tenaga penjual bisa dibayar
atas dasar persentase dari harga penjualan atau jumlah tetap (flat) untuk
setiap unit produk yang dijua. Bila kompensasi dasar tidak dibayarkan,
penghasilan total orang2 penjualan berasal dari komisi. Para agen real estate
dan orang2 penjualan mobil sering dibayar dengan bentuk komisi magang.
o
Sistem insentif kelompok
Berikut ini beberapa kategori kompensasi variabel kelompok yaitu:
§
Unit keluaran kelompok (group piece rate)
Dalam banyak operasi produksi, upaya2 seorang karyawan secara individual
tidak dapat dibedakan dari kelompok. Kerjasama untuk mencapai atau melebihi
standar2 yang telah ditetapkan dapat dirangsan gdengan bonus kelompok
§
Rencana2 pembagian produksi
Ada sejumlah sistem yang dirancang untuk mempengaruhi kerjasama kelompok
besar dalam pengurangan pemborosan dan promosi kerjasama. Pada hakekatnya,
rencana2 ini berkaitan dengan upaya untuk membagi tambahan/keuntungan
produktivitas. Contoh, perusahaan mungkin menentukan atas dasar catatan masa
lalu bahwa biaya tenaga kerja adalah sebesar 30% dari penjualan. Bila dengan
upaya2 kerjasama biaya tersebut dapat dikurangi menjadi 28%, maka selisih
sebesar 2% dari penjualan dibagi di antara para karyawan atas dasar senioritas
dan atau tingkat gaji.
§
Rencana2 pembagian laba
Rencana2 pembagian laba dirancang untuk membagi laba perusahaan di antara
para karyawan. adapun tipe utama rencana2 pembagian laba pada karyawan yaitu
distribusi tunai/sekarang dan distribusi yang ditunda/ditangguhkan.
§
Pemilikan saham oleh karyawan
Karyawan diberi kesempatan untuk memiliki saham2 perusahaan.
·
Tujuan
sistem insentif pada umumnya adalah untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam
berupaya mencapai tujuan2 organisasi dengan menawarkan perangsang finansial di
atas dan melebihi upah dan gaji dasar. Perbedaan tipe rencana insentif
ditujukan pada tipe perilaku karyawan yang berbeda pula.
·
Bagi mayoritas karyawan, uang masih tetap
merpakan motivasi kuat atau bahkan paling kuat. Rencana2 insentif bermaksud
untuk menghubungkan keinginann karyawan akan pendapatan finansial tambahan
dengan kebutuhan organisasi akan efisiensi profinansial tambahan dengan
kebutuhan organisasi akan efisiensi produksi. Jadi, sistem insentif sebenarnya
lebih merupakan perluasan atau pelengkap proses penentuan upah.
·
Di samping kebaikan2 dalam memotivasi karyawan,
sistem insentif mempunyai banyak masalah. Administrasi sistem insentif dapat
sangat kompleks. Seperti halnya sistem pengawasan lainnya, standar2 harus
ditetapkan dan hasilnya diukur. Untuk bahan pekerjaan, berbagai standar dan
ukuran adalahs ering tidak teliti/tepat atau terlalu mahal untuk dikembangkan.
Ini berarti bahwa sistem insentif bisa menyebabkan ketidakadilan. Masalah lain
adalah mungkin karyawan tidak dapat mencapai standar karena faktor2 yang tidak
terkendalikan, seperti penundaan2 pekerjaan atau kerusakan mesin. Dan akhirnya,
sistem insentif cenderung hanya memusatkan pa[da satu aspek (keluaran
penjualan, atau harga saham), kadang-kadang mengabaikan berbagai dimensi lain
(kualitas, pelayanan dan sasaran-sasaran jangka panjang).
·
Kompensasi
Pelangkap-Fringe Benefits
Disebut juga pemberian atau kompensasi pelengkap, yaitu untuk
mempertahankan karyawan organisasi dalam jangka panjang. Kompensasi pelengkap
in berbentu penyediaan paket “benefits” dan penyelenggaraan program2 pelayanan karyawan.
benefits dan pelayanan2 tersebut merupakan kompensasi tidak langsung karena
biasanya dipeerlakukan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja
yang menyenangkan, dan tidak secara langsung berkaitan dengan prestasi kerja. Kompensasi dalam bentuk upah
atau gaji disebut kompensasi langsung karena hal in didasarkan pada faktor2
pekerjaan kritis atau pelaksanaan kerja.
Manfaat yang diperoleh perusahaan dari pemberian kompensasi pelengkap
ialah:
1.
Penarikan lebih efektif
2.
Peningkatan semangat kerja dan kesetiaan
3.
Penurunan perputaran karyawan dan absensi
4.
Pengurangan kelelahan
5.
Pengurangan pengaruh serikat karyawan, baik
sekarang maupun6rew di waktu yang akan datang
6.
Hubungan masyarakat yang lebih baik
7.
Pemuasan kebutuhan2 karyawan
8.
Minimisasi biaya kerja lembur
9.
Pengurangan ancaman intervensi pemerintah
·
Program2 penyediaan kompnesasi
pelengkap/tunjangan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
o
Pembayaran upah untuk waktu tidak bekerja (time
off benefits)
1.
Istilah on the job
Meliputi periode istirahat, periode makan, dan periode waktu cuci atau
ganti pakaian. Dengan penyediaan waktu istirahat dalam pelaksanaan pekerjaan,
produktivitas bisa meningkat. Masalahnya ialah kecenderungan karyawan
memperpanjang periode ini.
2.
Hari-hari sakit
Perusahaan tetap membayar para karyawan bila mereka absen karena sakit
dengan batasan maksimum. Untuk kendali, perusahaan mensyaratkan surat
keterangan dokter/rumah sakit.
3.
Liburan dan cuti
4.
Alasan2 lain
seperti kehamilan, kecelakaan, sakit berkepanjangan, wajib militer/upacara
pemakaman
o
Perlindungan ekonomis terhadap bahaya
Umumnya berupa asuransi. Ada juga yang berbentuk jaminan pembayaran upah
dalam jumlah tertentu selama satu periode, rencana2 pensiun, tunjangan hari
tua, tunjangan pengobatan dan pembentukan koperasi atau yayasan yang mengelola
kredit karyawan
o
Program2 pelayanan karyawan
§
Program2 rekreasi
§
Cafetaria
§
Perumahan
§
Beasiswa pendidikan
§
Fasilitas pembelian
§
Konseling finansial dan legal
§
Aneka ragam pelayanan lain
o
Pembayaran kompensasi yang ditetapkan secara
legal
Contohnya UU Keselamatan Kerja yang mencerminkan upaya pemerintah untk
lebih mengatur masalah keselamatan di tempat kerja.
·
Keamanan
dan Kesehatan Karyawan
Pelaksanaan tanggung jawab organisasional
atas keamanan dan kesehatan karyawan ini berhubungan erat dengan tugas para
manajer operasi. Tetapi ini merupakan bidang spesialisasi yang membutuhkan
penanganan seorang spesialis. Jadi, banyak perusahaan besar mempunyai teknisi
keamanan dan para dokter yang mengelola kesehatan.
Program2 keamanan dan kesehatan karyawan
dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu:
1.
Membuat kondisi kerja aman, antara lain dengan
membeli atau menggunakan mesin2 yang dilengkapi alat2 pengaman, dst
2.
Melakukan kegiatan2 pencegahan kecelakaan dengan
mengendalikan praktek2 manusia yang tidak aman.
3.
Penciptaan lingkungan kerja yang sehat untuk
menjaga kesehatan para karyawan dari gangguan2 penglihatan, pendengaran,
kelelahan dll.
10.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar